Tuesday, April 20

Memahami Indikator Moving Average

Moving Average atau di dalam bahasa Indonesia biasa disebut bersama dengan Rata-rata Bergerak adalah salah satu metode analisa memakai indikator yang simple dan kerap digunakan untuk memperkirakan kondisi terhadap jaman yang akan berkunjung bersama dengan memakai kumpulan data-data jaman lantas (data-data historis).

Metode pemikiran memakai Moving Average ini kerap digunakan di dalam analisa teknikal seperti keinginan pasar (demand forecasting), pemikiran teknikal pergerakan saham dan forex.

 

Pengertian Moving Average Secara Umum

Moving Average adalah nama indikator yang digunakan di dalam analisa teknikal. Fungsi utama berasal dari Moving Average adala untuk mengkalkulasi biasanya pergerakan harga sebelumnya.

Dengan memakai Indikator Moving Average ini bisa menopang “menghaluskan” pergerakan harga bersama dengan menyisihkan “noise” berasal dari fluktuasi harga terhadap sebuah chart. Sehingga bisa menopang trader untuk mengidentifikasi tren dan menemukan sinyal beli/jual.

Moving Average terhitung indikator “lagging”, gara-gara signal diperoleh berasal dari harga-harga yang telah berjalan di jaman lalu.

 

Baca juga rekomendasi : robot trading forex

 

Fungsi Moving Average Dalam Forex dan Gold

Seperti kita bahas diatas bahwa Indikator Moving Average bisa mempermudah kita di dalam mengidentifikasi tren bullish atau bearish.

Seperti gambar diatas, Moving Average bersifat garis panjang terhadap sebuah time frame selanjutnya punyai lebih dari satu faedah dasar. Yaitu:

 

Moving Average Menggambarkan Sebuah Tren Pasar

Peluang trading yang untung bisa didapatkan bersama dengan memakai indikator teknikal seperti Moving Average ini. Terutama bagi seorang trader yang memakai strategi tren following akan selaku memakai indikator Moving Average sebagai bahan analisa utama sebelum saat menentukan buy atau sell.

 

Karena secara harfiah Moving Average dapat memberikan kita input jika :
  1. ​Harga berada di bawah garis Moving Average maka tren sedang down.
  2. ​Jika harga berada di atas garis Moving Average maka harga sendanv bullish.

Moving Average Menunjukan Level Support Dan Resisten

Garis Moving Average dalam periode panjang biasanya menandakan posisi di mana harga akan cenderung membuat keputusan penting untuk memantul (“bounce”) atau menembus (“breakout”) saat harga yang sedang uptrend/downtrend dan menyentuh garis MA.
Garis Moving Average itu sendiri terus tumbuh seiring dengan pergerakan harga dari waktu ke waktu. Inilah sebabnya mengapa Moving Average dijuluki sebagai level support dan resistance dinamis.

Moving Average Menentukan Titik Entry Buy atau Sell

Kombinasi garis Moving Average berjangka waktu pendek (Fast MA) dengan garis Moving Averag  berjangka waktu lebih panjang (Slow MA) bisa dimanfaatkan dalam analisa forex untuk menemukan perlintasan dua garis Moving Average (Cross). Apabila kombinasi periode waktu dan timeframe yang dipilih tepat, maka crossover bisa menjadi sinyal untuk buy ataupun sell.
Secara umum, aturan menggunakan nya seperti dibawah ini :
  • ​Jika Fast MA memotong Slow MA dari sisi bawah ke atas, maka itu merupakan sinyal beli atau buy.
  • ​Jika Fast MA memotong Slow MA dari sisi atas ke bawah, maka itu merupakan sinyal jual atau Sell.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *